Pilek Pada Anak: Gejala, Penyebab dan Penanganannya

2

Pilek adalah penyakit yang paling umum diderita oleh anak-anak. Walaupun virus yang menyerang bagian pernapasan ini biasanya hanya bertahan sekitar seminggu, pilek tetap dapat membuat sebagian anak sangat menderita. Jika anak anda terkena pilek –dan umumnya disertai dengan batuk,– berikut adalah beberapa informasi yang bisa anda ketahui mengenai penyakit ini.

Apa itu Pilek?

Pilek adalah sebuah infeksi virus pada saluran pernapasan bagian atas. Terdapat lebih dari 200 jenis virus berbeda yang dapat menyebabkan pilek, tapi rhinovirus adalah penyebab yang paling umum. Karena pilek merupakan infeksi virus, antibiotik, yang mengobati infeksi bakteri, tidak akan berguna untuk pengobatan.

Kecuali pada bayi, pilek pada anak yang sehat tidaklah berbahaya. Penyakit ini biasanya akan menghilang setelah 4 hingga 10 hari tanpa pengobatan khusus. Dikarenakan banyaknya jumlah virus yang dapat menyebabkan pilek serta terus berkembangnya virus-virus pilek yang lain, anak-anak susah untuk resisten (imun) terhadap semua virus penyakit ini.

Gejala Pilek pada Anak

Pada anak-anak, pilek biasanya datang secara tiba-tiba. Anda mungkin akan menemukan anak anda terbangun di pagi hari dengan kondisi berikut:

  • Hidung berlendir dan mengeluarkan air
  • Bersin-bersin
  • Lelah atau tampak kepayahan
  • Demam (kadang-kadang)
  • Sakit tenggorokan
  • Batuk

Sakit atau radang tenggorokan dan batuk adalah gejala yang paling umum pada anak-anak yang terkena pilek. Virus pilek dapat mempengaruhi bagian sinus, tenggorokan, bronchial dan telinga anak-anak. Selain itu, terkadang anak yang pilek juga dapat menunjukkan gejala berupa diare dan muntah.

Pada tahap awal terserang pilek, anak anda mungkin akan mengeluh sakit kepala dan hidung mampat (tersumbat). Kemudian setelah beberapa waktu, sekresi lendir dari sinus akan meningkat dan berubah menjadi lebih gelap dan lebih tebal (kental). Anak anda kemungkinan akan mengalami batuk ringan, yang akan berlangsung selama beberapa hari.

Bagaimana cara mencegah agar anak tidak terkena pilek?

Cara terbaik untuk mencegah anak terjangkit pilek adalah dengan mengajarkannya cara mencuci tangan yang benar. Penyakit pilek umumnya menyebar melalui kontak tangan ke tangan. Misalnya saja, ketika seorang anak yang terkena pilek membersihkan atau menyentuh hidungnya dengan tangannya, kemudian bersentuhan dengan anak anda, dan akhirnya turut terjangkit virus pilek.

Selain dari kontak langsung, virus pilek juga dapat menyebar melalui objek-objek umum, seperti gagang pintu, pegangan tangga, buku, pulpen, remote tv, gamepad, mouse komputer, dan lain sebagainya. Virus-virus pilek tersebut dapat bertahan hidup pada sebuah objek selama beberapa jam, waktu yang sangat memungkinkan bagi virus tersentuh dan berpindah ke anak anda dan orang lain.

Oleh karena itu, selalu ajarkan anak anda untuk mencuci tangan secara rutin dan benar, khususnya setelah keluar dari kamar mandi, setelah makan, sepulang sekolang dan setelah bermain.

Bagaimana cara menangani pilek pada anak?

Virus pilek memiliki batas waktu, yang berarti pilek pada anak anda akan hilang dengan sendirinya tanpa penanganan medis yang khusus. Adapun beberapa home-remedies (perawatan rumahan) yang bisa anda lakukan adalah sebagai berikut:

  • Pastikan anak anda mendapatkan cukup banyak istirahat.
  • Berikan anak anda minum yang banyak.
  • Jika memungkinkan, gunakan pelembab udara di kamar anak anda di malam hari. Lingkungan yang lembab akan membantu menjaga hidung dan dada anak anda tetap lega, sehingga akan memudahkan si anak bernapas.
  • Jika perlu, berikan aciteminophen anak (Tylenol) atau ibuprofen untuk meredakan demam anak anda.

Jangan berikan aspirin pada anak-anak atau remaja yang memiliki gejala mirip flu, karena pada dasarnya sakit pilek dan penyakit flu cukup berbeda. Lebih lanjut, baca: Perbedaan antara Pilek dan Flu.

Konsultasikan dengan dokter anda sebelum memberikan obat pilek dan flu pada anak di bawah 4 tahun. Pada anak yang berusia lebih muda, anda bisa menggunakan nasal bulb untuk membersihan lendir akibat pilek.

Perlu diingat, antibiotik tidak akan bekerja dalam mengobati pilek. Antibiotik membunuh infeksi bakteri, sedangkan pilek disebabkan oleh virus, bukan bakteri.

2 COMMENTS

  1. Ass.. maap mau tanya.. antibiotik tidak bsa digunakan untukk pilekk? Kalo amoxycillin cefadroxil cefiximm dll banyak dr rsepin bersamaan dg obat pilekk.. knapa? Trus bkan kah antbiotik di atas jg buat infeksi saluran nafas jg?

    • Ya. Poinnya adalah antibiotik tidak dapat menyembuhkan pilek dan flu. Antibiotik bersifat antibakteri, bukannya antiviral. Dan jika tidak digunakan dgn hati2, justru akan menyebabkan resisten dan lebih memberikan dampak buruk ketimbang manfaat.

      Lalu apakah antibiotik harus dihindari untuk pilek dan flu? Tidak sama sekali. Terkadang pilek dan flu bisa disertai dengan infeksi bakteri. Karena hanya dokter yg bisa memberikan resep antibiotik dan jika dokter menyarankannya untuk anak anda, maka anda harus memberikannya pada anak anda. Yang tidak seharusnya dilakukan adalah ketika anak anda terserang pilek, flu atau batuk, anda langsung memberikan anak anda antibiotik untuk meredakan penyakit tersebut (tanpa resep dan anjuran dokter).

      Baca juga: Pile, Flu dan antibiotik.

      THanks.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here