Sakit tenggorokan, atau yang biasa disebut radang tenggorokan, adalah istilah yang merujuk pada sekelompok gangguan yang terjadi di area tenggorokan, kerongkongan, tonsil (amandel), dan juga katup napas.

Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai hal, seperti alergi, iritasi, efek kondisi lain, efek samping obat, dan yang paling umum, infeksi bakteri atau virus.

Radang tenggorokan bisa menular dan menyebabkan rasa tidak nyaman yang berkepanjangan, maka dari itu penting untuk mewaspadai tanda-tandanya dan mengatasinya sedini mungkin.

Baca juga: Tenggorokan sakit, karena pilek atau radang tenggorokan?

Tanda dan gejala radang tenggorokan

Tanda-tanda dan gejala radang tenggorokan bervariasi tergantung pada faktor penyebabnya, dan bisa timbul hanya di area tenggorokan ataupun di seluruh tubuh.

Beberapa gejala umum yang terjadi di tenggorokan dapat meliputi:

  • rasa panas/gatal di tenggorokan
  • nyeri/sulit menelan atau berbicara
  • batuk
  • sulit bernapas
  • pembengkakan amandel atau kelenjar di leher
  • suara serak

Gejala umum dari radang tenggorokan yang dialami tubuh secara keseluruhan dapat meliputi:

  • demam
  • sakit kepala
  • mual
  • kelesuan

Solusi dan cara mengatasi radang tenggorokan

Tersedia banyak obat-obatan resep maupun bebas untuk mengatasi radang tenggorokan, tetapi kebanyakan orang memilih untuk mengobatinya sendiri dengan solusi alami.

Berikut adalah solusi rumahan yang bisa Anda coba untuk meredakan sakit tenggorokan Anda:

# Madu

Madu mengandung senyawa antibakteri yang bisa membantu meringankan radang tenggorokan akibat infeksi. Madu juga diketahui bisa meredakan batuk dan mempercepat proses penyembuhan sakit tenggorokan. Anda bisa mengonsumsi madu secara terpisah atau menambahkannya ke dalam teh atau cuka apel dalam jumlah cukup.

mengobati radang tenggorokan
Madu, bahan alami untuk mengobati radang tenggorokan. [image: pexels]
Namun, jangan berikan madu kepada anak-anak di bawah usia 1 tahun karena bahan makanan ini terkadang mengandung spora botulisme dan anak-anak usia dini belum memiliki bakteri sehat di sistem pencernaannya yang bisa melawan kuman tersebut.

Selain itu, hindari madu jika Anda menjalani diet rendah karbohidrat karena madu mengandung 17 gram karbohidrat per 15 ml (per sendok makan).

# Air garam

Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa berkumur dengan air garam (hangat) bisa mengurangi sakit tenggorokan. Garam diketahui dapat membantu mengencerkan dahak, mengurangi pembengkakan, dan membantu membunuh bakteri di tenggorokan.

Campurkan satu sendok teh garam ke dalam segelas penuh air hangat dan berkumurlah setiap sekitar 3 jam untuk membersihkan mulut dan tenggorokan.

Ingatlah untuk tidak menelan larutan garam ini, dan jangan menggunakan terlalu banyak garam. Ini bisa membuat jaringan tenggorokan yang sedang sensitif menjadi jauh lebih kering dan rentan terhadap infeksi.

# Air hangat

Cara paling sederhana untuk mengatasi radang tenggorokan adalah dengan banyak minum air hangat. Menjaga tubuh terhidrasi dengan baik adalah kunci untuk membuat fungsi tubuh bekerja sebagaimana mestinya dan melegakan tenggorokan secara alami.

Meskipun mungkin sulit bagi Anda untuk menelan, cobalah untuk minum minimal 0,2 liter air putih hangat setiap dua jam. Jika Anda cepat kembung atau merasa mual akibat banyak minum air putih, tambahkan sedikit madu, jahe, atau lemon ke dalam gelas air hangat Anda.

# Teh

Ada beberapa ramuan teh yang diketahui bisa meringankan sakit tenggorokan, seperti:

  • Teh chamomile telah sejak lama digunakan untuk tujuan pengobatan berkat sifat anti-inflamasi dan antioksidannya. Dengan meminum teh chamomile, sistem kekebalan tubuh Anda akan terstimulasi untuk melawan infeksi penyebab radang tenggorokan.
  • Teh peppermint memiliki sifat anti-inflamasi yang bisa sangat membantu meredakan radang tenggorokan. Peppermint mengandung menthol yang dapat mengencerkan lendir pada batuk berdahak dan efek sejuknya mengurangi gatal pada batuk kering.
  • Teh jahe terkenal bisa mengurangi rasa mual dan sakit perut, tetapi minuman hangat ini juga bisa membantu meredakan sakit tenggorokan. Kandungan antibakteri dan anti-inflamasi dalam jahe sangat bermanfaat dalam mengurangi pembengkakan dan rasa nyeri atau gatal di tenggorokan.

# Kaldu

Ternyata ada penjelasan ilmiah mengapa sup ayam menjadi hidangan andalan para ibu untuk anaknya yang sedang sakit. Menurut para peneliti di University of Nebraska Medical Center, asam amino yang dihasilkan dari proses pembuatan kaldu ayam bisa mengurangi peradangan di sistem pernapasan.

Selain itu, kaldu asli mengandung mineral penting dalam bentuk yang mudah diserap oleh tubuh dan bisa membantu hidrasi dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Anda bisa mengonsumsi sup tulang (sup buntut) atau sup ayam untuk mengurangi gejala sakit tenggorokan, pilek, dan kelesuan.

# Bawang putih

Mengandung senyawa antibakteri alami, yaitu allicin, bawang putih dapat mendukung sistem kekebalan tubuh dalam melawan infeksi. Menghisap atau mengunyah putih merupakan salah satu solusi tradisional nenek yang dipercaya dapat mencegah pilek, meredakan sakit tenggorokan, dan meningkatkan kebugaran secara keseluruhan.

Meskipun rasa dari bawang putih mentah sangatlah kuat, konsumsi bawang putih tumbuk untuk menghilangkan rasa gatal akibat sakit tenggorokan, dan tambahkan bawang putih ke dalam menu makanan sehari-hari Anda untuk menjaga daya tahan tubuh.

# Cuka apel

Sebagai salah satu solusi alami terbaik yang telah lama digunakan untuk mengobati berbagai jenis kondisi, cuka apel tidak akan mengecewakan Anda dalam efeknya pada radang tenggorokan.

Cuka apel kaya akan senyawa antibakteri, terutama asam asetat, yang telah terbukti efektif dalam melawan infeksi dan menghentikan penyebaran bakteri. Cuka apel dapat mengencerkan lendir di tenggorokan dan mempercepat proses penyembuhan sakit tenggorokan.

Anda bisa mencampurkan satu sendok makan cuka apel ke dalam segelas air hangat untuk berkumur atau diminum. Tambahkan madu untuk meringankan rasanya yang tajam, dan konsultasikan pada dokter terlebih dahulu jika Anda sensitif terhadap cuka.

Cara mengobati radang tenggorokan pada bayi dan anak-anak

Jika bayi dan anak-anak mengalami gangguan kesehatan, langkah paling bijak adalah menghubungi dokter anak sebelum memberikan pengobatan apapun. Hal terbaik yang bisa Anda lakukan adalah menjaga anak tetap terhidrasi dengan memberinya air putih hangat dalam jumlah cukup tetapi sering, untuk menghindari kembung. Hindari memberinya minuman bergula atau asam, seperti sari jeruk.

Jangan berikan madu kepada anak di bawah usia 1 tahun, dan jangan berikan obat hisap pereda batuk kepada anak di bawah usia 5 tahun.

Anda bisa menggunakan humidifier / pelembab udara di kamar anak Anda untuk membantunya lebih mudah bernapas. Udara lembab bisa membantu mencegah tenggorokan menjadi kering dan mengurangi pembengkakan. Mengompres anak dengan kompres hangat di lehernya bisa menenangkan kelenjar yang bengkak dan meringankan nyeri akibat sakit tenggorokan.

Kapan harus menghubungi dokter?

Jika radang tenggorokan Anda tidak kunjung membaik atau memburuk meskipun telah Anda obati sendiri baik dengan solusi alami ataupun obat bebas, berkonsultasilah pada dokter untuk mendapatkan saran medis yang tepat.

Segera hubungi dokter jika radang tenggorokan berlangsung selama lebih dari satu minggu, atau terjadi yang berikut ini:

  • demam di atas 38,3°C
  • radang tenggorokan parah tanpa banyak batuk
  • sakit tenggorokan parah disertai sakit kepala, nyeri perut, atau muntah
  • air liur terus menetes
  • dehidrasi (mulut kering, berkurangnya jumlah urin, mata cekung, sangat lemah)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here