Apakah Rokok Elektrik Lebih Aman dari Tembakau?

Rokok elektrik (E-Cigarette atau Elecronic Nicotine Delivery Systems [ENDS]) sering diklaim sebagai pilihan yang lebih aman dari rokok konvensional alias rokok tembakau. Rokok elektrik juga disebut-sebut sebagai alternativ lain bagi orang yang ingin berhenti merokok.

Jargon ‘lebih aman’ dan ‘lebih sehat’ sering dirangkaikan dalam promosi. Akan tetapi bernarkah demikian? Atau sebenarnya mereka hanyalah produk hi-tech generasi baru untuk para pecandu nikotin?

Belum ada yang tahu dengan pasti, karena berbagai penelitian sedang berlangsung mengenai aman atau tidaknya rokok elektrik. Namun penelitian mengenai rokok elektrik kalah populer dibandingkan penyebaran produk itu sendiri.

Saat ini rokok elektrik telah booming dan mulai digandrungi oleh sebagian orang, termasuk di Indonesia. Kini rokok elektrik telah menjadi industri, dan banyak brand rokok elektrik yang bermunculan.

Cara Kerja Rokok Elektrik

Rokok elektrik umumnya tampak mirip dengan rokok biasa. Namun bukannya menggunakan tembakau, rokok elektrik menggunakan cairan yang bisa direfill atau diisi ulang.

Produk ini bekerja dengan tenaga baterai, dengan merubah cairan menjadi uap. Ketika dihisap, uap akan langsung masuk ke paru-paru. Rokok elektrik juga akan menghasilkan asap ketika pemakainya menghembuskan napas.

rokok elektrik
Salah satu bentuk rokok elektrik. Kredit foto: Jon Williams / Flickr.

Cairan yang digunakan adalah nikotin cair, dan ada juga yang menggunakan cairan lain, termasuk yang memiliki variasi rasa (dan aroma) berbeda-beda, mirip dengan shisha.

Apakah Rokok Elektrik Aman?

Hal ini masih terus menuai kontroversi. Namun yang pasti adalah: nikotin yang digunakan tentu bersifat adiktif (menyebabkan ketergantungan atau kecanduan).

Terkait: Mengapa rokok menyebabkan kecanduan?

rokok elektrik berbahaya
Rokok elektrik, amankah? [kredit gambar]
Seperti halnya rokok tembakau, gejala yang sama akan timbul ketika pemakai tidak menghisap nikotin, yaitu perasaan gelisah dan tertekan. Biar bagaimanapun, rokok elektrik tetap berbahaya bagi orang yang memiliki penyakit jantung.

Sejauh ini, banyak yang menyatakan bahwa rokok elektrik relatif ‘lebih aman’ dari rokok konvensional. Yang paling berbahaya dari tembakau adalah asapnya, sedangkan rokok elektrik tidak membakar tembakau.

Penelitian menunjukkan bahwa kandungan bahan kimia yang dikeluarkan oleh rokok elektrik jauh lebih sedikit dari apa yang dikeluarkan oleh rokok tembakau. Namun cairan yang terkandung bisa bervariasi, sehingga bahan kimia yang terkandung juga bisa beragam dengan tingkat bahaya yang berbeda-beda.

Peredaran rokok elektrik menciptakan banyak pro dan kontra, dan di sebagian besar negara produk rokok elektrik dianggap ilegal dan terlarang.

Rokok Elektrik di Indonesia

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan bahwa produk rokok elektrik adalah tidak aman dan peredarannya dinyatakan ilegal. Begitu juga dengan Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga menyatakan bahwa rokok elektrik tidak aman dikonsumsi dan mengeluarkan rekomendasi untuk melarang peredaran produk ini.

Pernyataan BPOM Indonesia

BPOM menyatakan bahwa rokok elektrik justru mengandung lebih banyak toksin berbahaya. Jika rokok biasa memiliki banyak campuran (tidak 100% nikotin), maka rokok elektrik justru seluruhnya adalah nikotin.

Lebih lanjut, melalui ketuanya, BPOM mengatakan bahwa dalam rokok elektronik terkandung jenis nikotin yang bervariasi, yaitu nikotin pelarut, propilen glikol, dietilen glikol, dan gliseren yang apabila dipanaskan akan menghasilkan nitrosamine. Larutan nitrosamine ini bersifat karsinogenik alias dapat menyebabkan kanker.

Karena alasan itulah BPOM menyatakan bahwa rokok elektrik tidak disetujui keberadaannya dan tidak mengakui produk ini untuk dikonsumsi masyarakat.

Selain itu, produk rokok tembakau menampilkan kandungan nikotin dan Tar dalam setiap kemasannya, sedangkan rokok elektrik tidak mencantumkan apa-apa terkait kandungan produk mereka. Karena sifatnya isi ulang, pemakai tidak dapat mengetahui dengan pasti seberapa banyak kandungan nikotin yang masuk ke paru-paru mereka.

8 KOMENTAR

  1. g ada yg namanya rokok itu sehat.tetapi menurut saya rokok elektrik bisa jd solusi untuk awal berhenti merokok.soalya stlah saya pake rokok elektrik,rokok tembaakau sudah tdk enk.dan ngk rokok elektrik pun jg ngk kcanduan.mnurut saya rokok elektrik itu tdk nyandu sprt rkok tembakau.soal ilegal/legal itu tggl pemerintah bgaimana mengatasinya.

  2. Indonesia khususnya.. banyak peyani tembakau. Dan cukai rokok sangat tinggi. Jika rokok elektrik di legalkan. Hancur petani ttembakau dan cukai untuk pemerintah menurun. Ya di laranglah.. ;) salam fawcell wongbijak

  3. Wah baru tahu saya rupanya rokok elektrik sudah ilegal. WHO juga melarangnya. Iya sih, kalau dilihat dari toksin narkotika dan asap tembakau memang lebih aman. Tapi kalau dilihat dari sisi lain bahan rokok elektrik. Seperti zat pewarna dan rasa, itu menggunakan bahan kimia juga. Dna itu tidak baik untuk kesehatan.

  4. mengapa banyak berita yg mengatakan e-cigarette mengandung nikotin? apakah mungin kandungan nikotinnya lebih banyak dari rokok tembakau?

  5. Bahan utama liquid yang di gunakan rokok elektrik itu bukan pure 100% nicotine, nicotine hanya di pakai beberapa mg saja dalam liquid, dan bahan utama liquid untuk e-cigarette :

    1. Propylin Glicol ( PG)
    Bahan penguat rasa berbentuk cair/ liquid. PG pada umumnya
    dipakai pada essence makanan dan minuman ringan sebagai
    penguat, memiliki grade USP, dan dengan tingkat
    konsentrasi 99.5%. Sifatnya tidak berbau dan berasa manis.

    2. Vegetable Glycerine ( VG)
    Fungsinya adalah membantu proses
    vaporasi dari cairan (liquid) menjadi gas (asap). VG adalah bahan kimia tanpa warna, tanpa bau, yang banyak digunakan di bidang
    farmasi. Bahan ini berbentuk cairan agak kental dan berasa manis.

    3. Perasa
    contoh : bubblegum, mint, melon,
    blueberry, apple, pineapple, strawberry, lychee, orange, moccha,
    mango, sirsak, nangka, lemon lime dll.

    Dan banyak e-liquid yang tidak mengandung nicotine sama sekali (0%) yang beredar di pasaran

    • mantap replayna gan. emang iya liquid 0%nikotin. tetangga sebelah kalah saingan kali sama rokok elektrik. salam NGEBUL.

      • hanya sebuah brainwash dari pemerintah karena penyokong terbesarnya ada di cukai tembakau

        dan kalau memang berbahaya mengapa resep pembuatan liquid harus memiliki sertifikat food grade ?

        salam ngebul

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here