Pekerjaan dengan Stres Tinggi Bisa Titngkatkan Risiko Stroke Hingga 33%

0

Berdasarkan penelitian terbaru yang telah dipublikasikan di Journal Neurology, orang yang memiliki pekerjaan dengan tingkat stres yang tinggi memiliki kemungkinan mengalami peningkatan risiko stroke.

Penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari Southern Medical University di Guangzhou, Cina, mengatakan para pekerja pria yang bekerja dengan tingkat stres yang tinggi memiliki risiko terserang stroke hingga 22% dibanding mereka yang bekerja dengan tingkat stres yang lebih rendah.

Sementara itu, bagi perempuan yang memiliki pekerjaan dengan tingkat stres tinggi, memiliki risiko stroke 33% lebih tinggi dibandingkan perempuan yang memiliki pekerjaan dengan stres rendah.

Stroke menyebabkan 1 dari 20 kematian dan cacat jangka panjang setiap tahunnya di Amerika Serikat. Biaya perawatan tahunannya pun diperkirakan meningkat menjadi 34 miliar dolar.

Sayangnya, penelitian tersebut tidak menjelaskan secara detil mengapa terdapat kemungkinan hubungan antara stres kerja dan risiko stroke.

“Sangat mungkin jika tekanan dalam pekerjaan menyebabkan seseorang memiliki kebiasaan yang tidak sehat seperti makan tidak teratur, merokok, dan jarang berolahraga,” jelas Dr. Dingli Xu dari Southern Medical University di Guangzhou, China.

stres dan stroke
Tingkat stres tinggi mempengaruhi resiko terkena stroke. (legacy.wlu.ca)

Dalam analisisnya, para peneliti memadukan enam penelitian jangka panjang yang dilakukan terhadap 140.000 partisipan yang berusia 18 sampai 75 tahun untuk mengetahui hubungan antara stres kerja dan risiko stroke.

Dengan sistem yang ada, peneliti mengklasifikasikan tekanan pekerjaan berdasarkan tuntutan, seperti deadline, beban mental, koordinasi dan kontrol atau kemampuan pekerja untuk memutuskan kapan atau bagaimana mereka menyelesaikan pekerjaannya.

Berdasarkan kategori tersebut, pekerjaan pasif seperti petugas kebersihan atau pekerja kasar, memiliki tuntutan dan kontrol yang rendah. Pekerjaan dengan tingkat stres rendah seperti arsitek dan ilmuwan memiliki tuntutan rendah dan kontrol yang tinggi. Sedangkan, pekerjaan aktif seperti dokter, guru, dan insinyur memiliki tuntutan dan kontrol yang tinggi.

“Pada masyarakat modern, stres karena pekerjaan mungkin menjadi penyebab utama tekanan psikologis, tetapi stres yang dirasakan pada pekerjaan tertentu mungkin berbeda-beda di setiap negaranya karena adanya efek dari sosial dan budaya yang berbeda,” lanjut Xu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here