8 Cara Cerdas Agar Anak Mau Makan Sayur

Membuat anak menghabiskan sayur di piringnya adalah perjuangan besar bagi para orang tua. Sengaja mengunyah lambat-lambat, menyembunyikan sayur di balik nasi, atau menangis keras-keras adalah cara-cara yang biasa dilakukan anak untuk menghindari keharusan makan sayur.

Orang tua hanya menginginkan nutrisi yang baik dan seimbang bagi anak mereka, tetapi memaksa langsung anak untuk menghabiskan sayurnya adalah cara yang sia-sia. Jika anak sudah menolak keras untuk menyentuh piringnya, tidak ada lagi yang bisa dilakukan oleh orang tua. Benarkah?

Untuk membuat anak makan sayur dengan sukses, orang tua harus menerapkan strategi cerdas dan efektif. Cara-cara tidak langsung di bawah ini akan membantu Anda membuat anak yang anti sayur mendapatkan cukup gizi dari bahan makanan berdaun hijau dan juga buah-buahan. Kuncinya adalah bersabar dalam menjalani trial and error, dan berdoa supaya anak Anda pada akhirnya bersahabat dengan si hijau di piringnya.

# Sajikan sayuran dengan menarik

Warna-warni dari sayuran sebenarnya bisa menjadi senjata Anda. Namun, potongan brokoli atau wortel yang besar dan cukup keras untuk gigi dan rahang anak tentunya akan menghancurkan selera makan mereka. Potong sayuran menjadi potongan-potongan kecil dengan bentuk yang menarik dan masak hingga cukup lunak dan tidak pahit untuk indra perasa anak.

cara agar anak makan sayur
Buat anak tertarik dengan olahan sayur aneka warna [image: theasianparent.com]
Jika anak Anda belum bisa menoleransi sayuran berbumbu berat (misalnya yang bersantan), sajikan beberapa pilihan sayuran rebus dengan bentuk yang ia gemari. Jika ia menghabiskan wortelnya tetapi tidak menyentuh kacangnya, bersyukurlah dan pikirkan kembali cara lain untuk menyajikan kacang-kacangan.

Jangan menyerah, karena ada banyak cara untuk menawarkan sayur kepada anak Anda.

# Olah sayuran menjadi camilan

Jika anak Anda hanya mengigit sedikit sayurnya saat makan siang, pastikan makanan selingannya cukup bergizi. Untuk camilan, buatlah sendiri kue-kue ringan berbahan sehat dengan sedikit gula. Pangganglah biskuit dengan perasa kayu manis dan serpihan kacang, buatlah roti lapis dengan selada dan pisang, dan masaklah pancake dengan campuran apel dan daun mint.

Daripada donat berbalut gula halus, buatlah bolu sayuran atau banana bread, atau ganti pisang dengan bahan sehat lainnya seperti wortel atau bayam. Anda juga bisa mengubah sayur dan buah-buahan menjadi jus, smoothies, ataupun puding sehat. Ingatlah bahwa masakan sayur bukanlah satu-satunya cara untuk mengolah bahan makanan sehat tersebut.

# Samarkan sayuran

Terkadang, anak akan memilih nugget daripada kembang kol di piringnya hanya karena tahu bahwa yang berwarna hijau adalah sayur yang terpaksa ia makan. Ubah penampakan sayur dan samarkan menjadi makanan yang akan anak raih secara sukarela.

Buatlah nugget sendiri dan campurkan bayam ke dalamnya, atau buat burger dengan menukar daging dengan jamur tumbuk. Masak sayur menjadi sup lezat, dan jika jus buah dan sayur masih kurang menarik bagi anak Anda, bekukan di freezer dan sajikan dalam bentuk es krim. Anda bahkan bisa mempelajari trik dari cara masak vegetarian untuk membuat sayur tampak dan terasa lebih menarik bagi anak.

# Tambahkan penambah rasa

Yang dimaksudkan di sini bukanlah MSG ataupun sirup manis, tetapi penambah rasa seperti selai, salad dressing, atau gula merah. Terkadang, sayuran tertentu terlalu pahit bagi indra perasa anak, terutama jika anak Anda memiliki indra perasa yang sensitif. Ada juga anak yang tidak mau menyentuh sayur karena rasanya hambar.

Anda bisa mengakalinya dengan menyajikan beberapa pilihan sayuran rebus dengan salad dressing, selai atau saos tomat, dan mencelupkan buah-buahan ke dalam yogurt atau madu.

Jika harus menggunakan sirup, buatlah sendiri dari buah-buahan tanpa pemanis buatan. Seiring bertambahnya usia, anak Anda tidak akan membutuhkan penambah rasa lagi karena lidahnya akan terbiasa menoleransi rasa hambar atau pahit dari sayur.

# Perkenalkan makanan yang kurang sehat

Meskipun tampaknya tidak masuk akal, dengan memperkenalkan makanan yang kurang sehat di rumah, Anda sebenarnya mencegah anak untuk tidak “jatuh cinta” terhadap makanan tersebut di luar rumah. Jika Anda melarang anak makan hamburger dan kentang goreng, ataupun coklat dan permen kapas, makanan ini malah akan tampak menggiurkan bagi mereka.

Semakin dilarang, anak akan semakin mendambakannya, terutama jika makanan kurang sehat itulah yang banyak ditemukan di luar rumah. Akibatnya, sayuran dan buah-buahan di rumah tidak lagi disentuh oleh anak. Sesekali, bawalah anak Anda untuk keluar makan di restoran cepat saji, dan terapkan kebiasaan dimana makanan kurang sehat tersebut boleh dikonsumsi hanya di saat-saat tertentu.

# Jadikan sayuran sebagai satu-satunya pilihan

Jika anak Anda termasuk sangat rewel dalam hal memilih makanan dan menolak keras untuk menyentuh piringnya saat jam makan, biarkan dan jangan memaksanya lebih lanjut. Membiarkan anak kelaparan mungkin terdengar kejam, tetapi anak Anda akan meraih makanan dengan sendirinya saat ia membutuhkannya.

Cepat atau lambat, anak Anda akan merasa kelaparan dan mencari makanan, jadi pastikan bahwa yang tersimpan di lemari pendingin adalah masakan sehat yang siap dipanaskan ataupun buah-buahan segar.

Jika Anda terbiasa menyimpan camilan, pastikan yang bisa ia raih adalah camilan sehat yang mengandung sayuran. Jika semua makanan di rumah mengandung sayuran atau buah-buahan dalam berbagai bentuk, apapun yang dipilih anak Anda untuk meredakan laparnya tetap cukup bergizi.

# Libatkan anak dalam proses memasak

Ajak anak pergi berbelanja di pasar lokal dan libatkan dia dalam memilih bahan makanan untuk dimasak hari itu. Jika anak Anda cukup besar untuk memegang pisau buah, biarkan ia memotong sayur dan buah-buahan (tentu saja tetap dalam pengawasan Anda). Minta dia untuk merobek-robek daun selada untuk salad atau kubis untuk sup.

Di akhir pekan, ajak anak Anda untuk membuat jus atau kue berbahan dasar sayur atau buah bersama-sama. Anak akan lebih tertarik untuk memakan apa yang telah ia buat, jadi libatkan mereka dalam proses memasak. Ini bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan dan juga mendidik bagi anak Anda, meskipun mungkin sangat merepotkan bagi Anda.

# Jadilah contoh yang baik

Daripada memberikan makanan di piring terpisah untuk anak Anda, cobalah untuk menyajikannya di piring keluarga dan duduk bersama untuk makan. Anak cendrung untuk lebih tertarik dengan apa yang ada di piring orang tua mereka, dan dengan menghabiskan sayur bagian Anda sendiri, Anda bisa memberikan contoh yang baik.

Selain itu, makanlah juga camilan yang Anda berikan pada anak dan tidak dengan diam-diam menyimpan keripik atau gorengan. Lupakan diet tidak sehat dan duduklah untuk makan di jam yang sama dengan anak Anda.

Saat keluar rumah, bawalah bekal, dan jika memang harus membeli makanan, pilihlah menu atau camilan yang paling sedikit mengandung lemak atau gula bagi Anda berdua. Jadilah contoh yang baik di dalam dan luar rumah, dan anak Anda akan mengikuti kebiasaan makan Anda yang sehat.

Cara apa saja yang sudah Anda coba untuk mengakali agar anak mau makan sayur?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here