18 Tanda Anda Alergi Gluten, dan Cara Mengatasinya

Apa itu gluten? Gluten adalah sejenis protein yang ditemukan dalam makanan tertentu khususnya gandum. Namun sayangnya, tak semua orang tahan terhadap gluten, beberapa mengalami gejala alergi bahkan sakit usai mengonsumsinya.

Lantas apa saja yang menjadi tanda bahwa Anda alergi gluten, dan bagaimana pula cara mengatasinya?

Sebelum kita masuk ke gejala-gejala yang menunjukkan intoleransi terhadap gluten, ada baiknya kita menyimak bersama makanan apa saja yang biasanya memuat protein ini.

tanda alergi gluten
Makanan yang mengandung gluten. [image: celiac.org]
Makanan yang biasanya mengandung gluten antara lain:

  1. Gandum (termasuk gandum hitam)
  2. Kue
  3. Wafer
  4. Pasta
  5. Sereal
  6. Beberapa jenis bir
  7. Saus, kecap, bumbu
  8. Sebagian besar roti
  9. Oat
  10. Vitamin atau obat tertentu
  11. Jelai (barley)

Tanda dan Gejala Alergi Gluten

Membaca daftar di atas, boleh dibilang hampir sebagian besar jenis makanan yang kita konsumsi sehari-hari mengandung gluten. Oleh karenanya, bagi mereka yang alergi, biasanya produsen akan menyertakan label khusus ‘gluten-free’ pada kemasan produknya.

Berikut beberapa gejala yang menunjukkan bahwa Anda mungkin alergi gluten:

  1. Sakit perut (termasuk kembung)
  2. Gangguan pencernaan (diare atau sebaliknya, konstipasi)
  3. Turunnya berat badan
  4. Pertumbuhan (pada anak) kurang optimal
  5. Sering lelah
  6. Sakit otot atau sendi
  7. Sakit kepala
  8. Menurunnya daya ingat
  9. Gangguan mood termasuk gelisah, mudah marah, bahkan depresi
  10. ADHD
  11. Disfungsi kognitif
  12. Penyakit autoimun
  13. Ketahanan tubuh rendah/melemah
  14. Masalah gigi
  15. Gangguan kulit
  16. Ketidakseimbangan hormon
  17. Keratosis Pilaris (penyakit kulit belang atau berjerawat)
  18. Kurang gizi

Penyebab intoleransi gluten bisa beragam mulai dari faktor bawaan (genetik), sindrom usus bocor, hingga infeksi jamur.

Untuk Anda yang alergi gluten, berikut adalah beberapa cara untuk mengatasinya:

1. Membeli produk yang bebas gluten

Solusi ini merupakan jalan keluar yang paling mudah, namun juga terbatas dan mahal. Dibanding bahan makanan biasa, produk bebas gluten kerap dibandrol harga tinggi sehingga cukup menguras isi kantong.

Yang jelas saat membeli produk bebas gluten, pastikan bahwa itu tetap memuat nutrisi penting lain yang dibutuhkan tubuh (sama seperti produk serupa lainnya).

2. Mengonsumsi makanan bebas gluten

Untungnya masih ada makanan yang tidak mengandung gluten. Untuk jenis padi-padian misalnya seperti quinoa, soba, ubi garut, milet, kentang, dan beras. Sementara tepung yang bisa Anda pilih adalah tepung kelapa dan almond.

Di samping deretan makanan tersebut, Anda juga disarankan mengonsumsi banyak buah dan sayur sebagai sumber mineral dan vitamin. Protein tanpa lemak juga harus diutamakan konsumsinya karena bisa membantu menjaga kesehatan otot dan sel tubuh, khususnya bagi Anda yang mengidap penyakit celiac. Hal ini dikarenakan penderita celiac kerap didapati mengalami kurang gizi.

3. Tambahkan vitamin dan suplemen bila perlu

Beberapa suplemen atau vitamin yang disarankan untuk penderita alergi gluten adalah yang mengandung DPP-IV (jenis enzim pencernaan yang bisa mengurangi reaksi gluten).

Vitamin D3 (2000-5000 IU setiap hari) juga penting untuk sistem imun dan kesehatan pencernaan. Anda juga bisa mengandalkan L-glutamine (500 gr/ hari) yang memiliki fungsi serupa.

Dan dikarenakan tubuh penderita alergi gluten cenderung memiliki kadar bakteri-baik yang rendah, maka suplemen probiotik juga sangat disarankan untuk dikonsumsi. Kalau Anda merasa kurang yakin harus memilih suplemen atau multivitamin mana yang sesuai dengan kondisi tubuh, maka jangan segan berkonsultasi lebih dulu dengan dokter.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here