10 Tanda Anda Perlu Memeriksakan Diri ke Dokter Kulit

Kulit merupakan pertahanan terluar tubuh manusia dari serangan kuman penyebab penyakit. Karena itulah kulit harus dijaga kesehatannya. Sayangnya, masih banyak orang yang mengunjungi dermatologis atau dokter kulit hanya untuk alasan kecantikan. Sebagian bahkan merasa malu untuk memeriksakan masalah kulit dan memilih untuk melakukan pengobatan ala kadarnya.

Padahal, beberapa masalah kulit yang terlihat sepele bisa jadi merupakan gejala penyakit yang lebih serius. Membiarkannya begitu saja justru dapat menyebabkan komplikasi yang semakin sulit ditangani. Tak perlu malu untuk berkonsultasi dengan dokter. Jika ternyata tak ada penyakit serius, Anda bisa bernafas lega karena sudah mendapat jawaban.

mengunjungi dermatologis atau dokter kulit
Kapan harus mengunjungi dokter kulit? [ilustrasi]
Pastikan untuk memeriksakan diri ke dermatologis jika mendapati tanda dan gejala berikut ini:

1. Actinic keratosis

Actinic keratosis merupakan kondisi dimana kulit terasa kasar, merah, dan bersisik akibat paparan sinar matahari berlebihan. Penyakit yang juga disebut sebagai solar keratosis ini umumnya ditemukan pada bagian wajah, bibir, telinga, punggung tangan, lengan bawah, kulit kepala, dan leher.

Keratosis biasa diderita oleh orang berusia lanjut, namun bisa juga menyerang usia yang lebih muda. Keratosis seringkali diabaikan karena gejalanya hanya berupa titik kecil dan baru membesar secara perlahan setelah beberapa tahun. Namun jangan anggap remeh penyakit ini, karena sebagian kecil keratosis dapat berkembang menjadi kanker kulit. Segera periksakan diri ke dokter jika menemukan gejala tersebut.

2. Tahi lalat yang semakin membesar

Tahi lalat pada umumnya tidak berbahaya selama tidak mengalami perubahan. Namun tahi lalat yang berubah bentuk, semakin membesar, atau memiliki warna berbeda dari tahi lalat lain dapat menjadi indikator kanker kulit melanoma yang sangat mematikan. Apalagi jika tahi lalat tersebut baru muncul setelah usia 30 tahun, berdarah, gatal, atau nyeri. Kunjungi dokter kulit untuk melakukan pemeriksaan. Semakin cepat teridentifikasi, semakin besar kemungkinan penyakit ini bisa disembuhkan secara total.

3. Bintik-bintik yang berubah

Tak hanya tahi lalat, kenali juga tanda-tanda khas di tubuh Anda seperti bintik-bintik di wajah maupun tanda lahir. Jika ada perubahan baik dari segi warna maupun bentuk, atau justru muncul bintik baru, segera kunjungi dokter. Bintik-bintik atau tahi lalat yang memiliki ukuran lebih dari 6mm dapat menjadi gejala kanker melanoma.

4. Perubahan warna kulit yang tidak normal

Jangan sepelekan jika ada sesuatu yang berbeda dari kulit Anda. Jika Anda menjumpai perubahan warna abnormal, pergilah ke dokter. Risiko terkena kanker kulit lebih tinggi dimiliki orang-orang berkulit putih dan pernah melakukan penggelapan kulit lewat tanning dan burning.

5. Luka yang tak kunjung sembuh

Luka gores dan parut yang tidak kunjung sembuh juga termasuk tanda-tanda yang patut Anda waspadai. Dikhawatirkan gejala tersebut merupakan tanda-tanda kanker kulit yang harus segera ditangani. Psoriasis, seborrhea dan ketombe kronis, serta kalus pada penderita diabetes juga paling tepat jika ditangani dermatologis.

5. Jerawat membandel

Hampir setiap orang pernah mengalami masalah dengan jerawat, terutama saat berada dalam masa pubertas. Jerawat ini umumnya dapat ditangani dengan produk yang mengandung benzoil peroksida dan asam salisilat yang dijual bebas di pasaran. Namun jika jerawat tersebut tak kunjung membaik atau bahkan tidak merespon pengobatan yang Anda berikan, Anda perlu mengunjungi dokter. Beberapa jerawat yang membandel perlu ditangani dengan perawatan khusus agar tidak semakin parah.

7. Bekas luka yang terlalu jelas

Jika Anda mengalami cedera serius, minta pertolongan pada ahli untuk meminimalisir timbulnya bekas luka. Beberapa produk yang dijual di pasaran memang dapat menghaluskan sebagian besar bekas luka, namun kurang efektif jika luka tersebut terlalu dalam atau justru timbul koloid. Serahkan pada dokter kulit untuk melakukan prosedur yang paling tepat untuk luka Anda.

8. Gatal di kulit kepala

Gatal di kulit kepala dapat disebabkan oleh ketombe atau alergi produk perawatan rambut. Namun Anda perlu berhati-hati jika kulit kepala Anda mulai berkerak, menebal, bahkan berdarah jika digaruk. Ada kemungkinan Anda menderita psoriasis. Rasa gatal tersebut juga mungkin disebabkan oleh infeksi staphylococcal. Gejalanya lebih parah, yakni kulit kepala bernanah, membengkak, dan terasa nyeri.

9. Ruam dan gatal yang sulit hilang

Ada banyak faktor yang dapat menimbulkan ruam dan rasa gatal pada kulit. termasuk di antaranya adalah eksim dan alergi. Kunjungi dokter untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan yang tepat. Mungkin saja Anda sebenarnya alergi terhadap produk kecantikan yang Anda gunakan. Dokter juga dapat memberikan obat untuk meredakan rasa nyeri, iritasi, gatal yang tak terkontrol, dan sisik yang sulit menghilang pada penderita eksim.

10. Keringat berlebih atau kulit kering

Perubahan hormon dapat menyebabkan Anda berkeringat lebih banyak dari biasanya atau kulit malah menjadi sangat kering. Ada baiknya Anda waspada dan mengunjungi dokter karena kondisi tersebut mungkin merupakan gejala penyakit lain. Keringat berlebih merupakan salah satu gejala yang biasa dialami penderita diabetes, gangguan kelenjar tiroid, atau infeksi. Sedangkan kulit kering dapat disebabkan oleh pertambahan usia.

Image by imagerymajestic / freedigitalphotos.net

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here