Tanda-Tanda Awal Kehamilan

Pertanda awal kehamilan adalah sesuatu yang ditunggu oleh banyak wanita. ‘Apakah saya hamil?‘ kemungkinan adalah pertanyaan kesehatan yang paling sering ditanyakan oleh wanita. Jawaban dari pertanyaan tersebut bisa jadi membingungkan, karena setiap kehamilan berbeda, termasuk juga tanda-tanda awal kehamilannya.

Sebagai contoh, pada sebuah kehamilan, seorang wanita akan mengalami rasa sakit pada payudaranya atau mual dan muntah, sementara pada kehamilan lainnya tidak mengalami gejala-gejala kehamilan tersebut sama sekali. Berikut ini adalah tanda-tanda umum dan gejala awal yang menandakan kehamilan.

Tanda-Tanda Awal Kehamilan

Payudara membesar, lembut, dan terasa nyeri
Hal ini sering menjadi pertanda fisik paling umum di awal kehamilan. Payudara akan membesar, menjadi lebih lembut, dan nyeri saat ditekan adalah perubahan alami sebagai persiapan untuk menyusui. Banyak wanita yang menyadari kehamilannya berdasarkan pertanda awal ini.

Payudara membesar karena meningkatnya produksi hormon esterogen dan progesteron. Rasa nyeri saat ditekan pada payudara dan puting biasanya terjadi pada kehamilan pertama, namun juga bisa terjadi pada kehamilan-kehamilan berikutnya.

Kelelahan dan merasakan kantuk yang berlebihan
Perasaan sangat lelah dan mengantuk biasanya akan dialami di awal kehamilan. Pada saat itu, tubuh wanita akan bekerja sangat keras menghadapi perubahan yang terjadi, seperti produksi hormon yang meningkat, kerja jantung memompa dan mengalirkan darah menjadi lebih kuat, dan aktivitas organ vital lainnya, untuk menunjang kebutuhan janin baru. Meningkatnya produksi hormon progesteron menyebabkan perasaan ‘sangat-lelah’ dan mengantuk di masa awal kehamilan.

Bercak darah atau flek, serta kram
Bercak darah atau flek disebabkan oleh implantasi. Pendarahan akibat implantasi (implantaion bleeding) terjadi saat embrio menempel pada dinding rahim, yang biasanya terjadi 10-14 hari setelah pembuahan. Pendarahan akibat implantasi biasanya sangat sedikit atau hanya berupa bercak yang sangat kecil. Keluarnya bercak darah juga diikuti dengan kram di perut. Kondisi ini terjadi karena rahim mulai berkembang untuk menyediakan ruang bagi embrio dan janin.

Kedua hal tersebut di atas sering dianggap sebagai menstruasi hingga wanita tersebut menyadari kehamilannya.

Morning Sickness: mual dan muntah
Sebagian besar wanita mengalami gejala ini di saat kehamilan. Rasa mual tidak selalu diikuti dengan muntah. Morning sickness biasanya terjadi antara minggu keempat dan kedelapan, walaupun beberapa orang mengalaminya lebih cepat, yaitu sekita minggu kedua setelah pembuahan.

Walaupun disebut dengan istilah morning sickness, gejalanya bisa muncul kapan saja, entah itu pagi, siang ataupun malam. Gejala mual dan muntah disebabkan oleh meningkatnya hormon esterogen yang diproduksi oleh janin dan placenta. Aktivitas-aktivitas hormonal tersebut akan menyebabkan efek tertentu di perut dan mengakibatkan rasa mual.

Selain itu, rasa mual juga sangat mudah muncul karena terpicu oleh hal-hal biasa di lingkungan sekitar, seperti kopi, makanan pedas, aroma-aroma tertentu, dan produk sehari-sehari lainnya.

Frekuensi urinasi atau buang air kecil meningkat
Kegiatan ‘berlari ke kamar mandi’ akan sering dialami wanita hamil selama trisemester awal kehamilannya. Perkembangan embrio atau janin menyebabkan frekuensi buang air kecil meningkat. Peningkatan urinasi ini biasanya terjadi pada trisemester pertama dan trisemester ketiga.

Tanda dan Gejala Awal Kehamilan Lain

Gejala-gejala di atas adalah tanda-tanda awal kehamilan yang paling umum dialami wanita. Namun terdapat juga gejala-gejala kehamilan lainnya yang mungkin terjadi, antara lain:

Sakit Kepala – Rasa pusing dan sakit kepala sering juga dialami oleh ibu hamil, disebabkan oleh aktivitas hormonal serta faktor-faktor fisik lainnya yang menyebabkan ibu hamil kelelahan.

Meningkatnya termperatur basal tubuh – Temperatur basal tubuh adalah temperatur tubuh saat bangun pagi. Temperatur ini akan meningkat setelah pembuahan dan akan kembali normal setelah melahirkan atau saat menstruasi berikutnya terjadi.

Konstipasi atau sembelit – Proses pencernaan menjadi lebih lambat selama kehamilan, disebabkan oleh meningkatnya hormon progesteron. Kondisi ini biasanya akan menyebabkan wanita hamil mengalami susah buang air besar (konstipasi/sembelit).

Mood berubah-ubah (mood swings) – Jangan heran saat wanita hamil sering memiliki mood yang berubah secara tiba-tiba. Wanita hamil bisa saja menangis secara tiba-tiba dan tanpa diketahui alasannya oleh orang di sekitarnya. Mood swings disebabkan oleh meningkatknya aktivitas hormonal di dalam tubuh.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here