Tekanan Darah Tinggi / Hipertensi – Penyebab dan Gejalanya

Tekanan darah tinggi, dikenal juga dengan sebutan hipertensi, dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Faktaya, tekanan darah tinggi merupakan penyebab utama kedua penyakit di atas.

Apa itu tekanan darah tinggi?

Tekanan darah mengacu pada kuatnya tekanan darah yang mendorong dinding pembuluh arteri. Bayangkan udara yang mengisi ban dalam atau air yang mengisi selang. Kuatnya tekanan udara dapat merusak ban tersebut sebagaimana halnya kuatnya tekanan air dapat merusak selang. Begitu pula halnya dengan tekanan darah yang tinggi, dapat merusak pembuluh darah yang sehat dan mengarah pada kondisi berbahaya seperti penyakit jantung dan stroke.

tekanan darah tinggi / hipertensi
Ilustrasi kondisi tekanan darah tinggi.

Bagaimana tekanan darah diukur?

Tekanan darah diukur berdasarkan jumlah darah yang dipompa oleh jantung dan resistensi pada aliran darah di arteri (pembuluh darah). Semakin banyak darah yang dipompa oleh jantung dan semakin sempit pembuluh darah, maka semakin tinggi pula tekanan darahnya.

Pembacaan pada tekanan darah menampilkan dua kategori angka (misalnya 120/80 mmHg). Bagian angka pertama adalah bacaan pada tekanan sistolik, atau tekanan pada arteri ketika jantung berdetak (memompa darah). Bagian angka kedua menunjukkan bacaan pada tekanan diastolik, atau tekanan pada arteri ketika jantung sedang rileks / beristirahat diantara dua detak.

Gejala tekanan darah tinggi

Seseorang bisa memiliki tekanan darah tinggi atau hipertensi selama bertahun-tahun tanpa menunjukkan gejala sama sekali. Namun begitu, walaupun tidak menunjukkan gejala signifikan, kerusakan pada pembuluh darah dan jantung bisa saja sedang berlangsung. Itulah mengapa darah tinggi sering disebut dengan istilah silent killer.

Darah tinggi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan banyak kondisi kesehatan yang serius.

Untungnya, tekanan darah tinggi bisa dideteksi dengan mudah melalui pengecekan sederhana oleh dokter/tenaga medis. Begitu anda mengatahui bahwa tekanan darah anda tinggi, segera konsultasi dengan dokter untuk mengontrolnya.

Kebanyakan orang dengan tekanan yang tinggi tidak memiliki tanda dan gejala. Beberapa orang dengan tekanan darah tinggi bisa saja mengalami sakit kepala, susah bernapas, ataupun mimisan, akan tetapi tanda dan gejala tersebut tidaklah spesifik dan biasanya tidak terjadi kecuali tekanan darah telah mencapai tahap yang sangat parah.

Penyebab tekanan darah tinggi

Terdapat dua tekanan jenis darah tinggi:

1Hipertensi primer (esensial)
Hipertensi primer umumnya berkembang secara perlahan selama bertahun-tahun. Walaupun begitu masih tidak diketahui apa penyebab kondisi ini. Hipertensi jenis ini adalah yang paling umum, mencakup 90-95% dari keseluruhan kasus tekanan darah tinggi.

Walaupun masih misterius, berdasarkan statistik hipertensi primer bisa dihubungkan pada beberapa faktor risiko tertentu, seperti sejarah kesehatan keluarga (memiliki keluarga yang mengalami hipertensi), usia, diet dan gaya hidup, hingga berat badan yang berlebihan.

2Hipertensi sekunder
Ketika penyebab langsun tekanan darah tinggi dapat diketahui, kondisi tersebut dinamakan hipertensi sekunder. Jenis tekanan darah tinggi ini biasanya terjadi secara mendadak dan menyebabkan tekanan darah bahkan lebih tinggi dari hipertendi primer.

Berbagai macam kondisi dan pengobatan dapat menyebabkan hipertensi sekunder, antara lain:

  • masalah atau gangguan ginjal
  • masalah tiroid
  • kehamilan
  • beberapa jenis obat, seperti pil KB, obat pilek dan flu, obat pereda nyeri, dan beberapa jenis obat lain.

Biasanya dokter dapat segera menyadari hipertensi sekunder melalui konsultasi dan pemeriksaan.

Faktor risiko tekanan darah tinggi

Seperti disebutkan di atas, terdapat beberapa faktor risiko yang dihubungkan dengan kondisi ini. Tekanan darah tinggi cenderung terdapat pada orang-orang yang:

  • memiliki sejarah keluarga yang mengalami hipertensi, penyakit jantung, dan diabetes
  • berusia di atas 50 tahun
  • memiliki berat badan berlebih atau obesitas
  • tidak aktif secara fisik, jarang berolahraga
  • mengkonsmsi alkohol secara berlebihan
  • merokok
  • makan makanan dengan kandungan garam berlebih

Selain faktor genetik (sejarah kesehatan keluarga), gaya hidup yang tidak sehat merupakan faktor utama lain yang bisa mengarah pada tekanan darah tinggi. Oleh karena itu, dengan rajin berolahraga dan menghentikan kebiasaan tidak sehat lainnya dapat membantu anda menghindari tekanan darah tinggi.