7 Tips Sederhana untuk Mencegah Migrain

Migrain yang datang menyerang saat Anda tengah menjalankan aktivitas tentu sangat mengganggu. Apalagi rasa sakitnya bisa berlangsung dalam jangka waktu cukup lama hingga berhari-hari. Tak hanya membuat kepala berdenyut, migrain pun bisa datang disertai dengan gejala mual dan muntah.

Penyebab pasti migrain memang masih belum diketahui dengan jelas. Namun, Anda bisa melakukan beberapa upaya pencegahan untuk mengurangi frekuensi datangnya migrain. Contohnya dengan menerapkan tips sederhana berikut ini seperti dilansir dari situs Health.com:

1.

Amati dan catat pemicu migrain
Amati dan catat hal apa saja yang kira-kira dapat memicu migrain Anda kambuh. Pemicu ini dapat berupa makanan, bau-bauan, menstruasi, atau kurang tidur. Cobalah hindari hal-hal tersebut dan perhatikan apakah frekuensi migrain Anda berkurang.

2.

Makan tepat waktu
Saat Anda telat makan, gula darah Anda dapat menurun dan memicu kambuhnya migrain. Selalu tepati jadwal makan Anda. Sediakan camilan sehat berupa kacang tanpa garam atau buah dan sayuran oragnik yang telah dikeringkan. Jangan lupa juga untuk selalu mencukupi kebutuhan cairan Anda.

3.

Konsumsi suplemen jika perlu
Beberapa penelitian menganjurkan untuk melengkapi diet Anda dengan vitamin B2, magnesium, koenzim Q10 (KoQ10) yang diperkirakan dapat mencegah migrain. Namun, pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengkonsumsi suplemen ini, terutama jika Anda sedang hamil atau menyusui.

4.

Lakukan latihan kardio secara teratur
Salah satu penelitian yang dilakukan di Swedia menunjukkan bahwa penderita migrain yang bersepeda di dalam ruangan sebanyak 3 kali seminggu memiliki frekuensi dan intensitas sakit kepala yang lebih rendah daripada mereka yang tidak setelah 3 bulan. Anda juga dapat melakukan latihan kardio sedang lainnya seperti jogging.

Namun, jangan terlalu memaksakan diri karena kelelahan juga dapat memicu kambuhnya migrain. Bagi Anda yang belum terbiasa berolahraga, mulailah dengan latihan yang lebih ringan sebelum meningkatkan intensitasnya secara bertahap.

5.

Jadilah sedikit membosankan
Selama ini stres dikenal sebagai salah satu pemicu migrain. Namun, penelitian yang dilakukan Montefiore Headache Center di New York 2014 ini menyebutkan bahwa stres bukanlah faktor tunggal didalamnya.

Dr. Peter Goadsby, salah satu penelitinya, justru menduga migrain baru muncul setelah stres mereda. Saat stres, tubuh memproduksi hormon kortisol yang dapat meredakan rasa sakit. Saat produksi kortisol menurun inilah migrain muncul.

Studi yang melibatkan 17 penderita migrain ini menyimpulkan bahwa migrain dipicu oleh perubahan yang tiba-tiba, yang awalnya merasa stres menjadi santai tiba-tiba. Dr. Goadsby pun menyarankan agar penderita menjalani hidup yang lebih teratur dan tidak banyak perubahan.

“Mungkin ini nasihat bodoh karena membuat hidup Anda lebih membosankan. Namun hal ini sesuai dengan hasil penelitian yang kami dapatkan,” ujarnya.

6.

Pilih alat KB yang tepat
Obat-obatan yang mendandung estrogen termasuk pil, NuvaRing, dan terapi hormon dapat mengakibatkan fluktuasi hormon yang dapat memicu atau memperparah migrain. Cobalah berkonsultasi dengan dokter untuk mencegah sakit kepala Anda menjadi semakin parah.

7.

Berhubungan intim
Ada kabar gembira untuk Anda yang telah bersuami. Salah satu penelitian di Jerman, 2013 lalu, menunjukkan bahwa seks dapat membantu meredakan migrain. Diduga, hormon endorfin yang dilepaskan saat berhubungan intim dapat mengurangi sakit kepala yang Anda alami.