10 Tren Kecantikan yang Justru Membahayakan Kesehatan

Ingin tampil cantik dan berbeda boleh-boleh saja. Tapi jangan Anda sampai keliru dalam mengikuti tren kecantikan yang justru bisa berbahaya untuk kesehatan.

96

Penampilan yang menarik tentu menjadi dambaan semua orang, baik laki-laki maupun perempuan. Dengan adanya tren-tren kecantikan yang sedang populer, tentu keinginan tersebut dapat cepat terwujud.

Dalam ribuan tahun terakhir, kita telah diperkenalkan pada tren-tren kecantikan baru sebagai pengganti trend lama yang katanya sudah tidak berguna, tidak kekinian, bahkan berbahaya. Dan tren-tren tersebut sudah menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari semua orang di dunia.

Ketika tren kecantikan tersebut menjadi populer, orang-orang akan berlomba untuk mengikutinya demi menjaga penampilan. Meskipun sebenarnya tren tersebut tidak baik bagi kesehatan, seperti tren berjemur yang terbukti dapat menjadi penyebab kanker.

Berikut merupakan tren kecantikan yang berbahaya bagi kesehatan yang sebaiknya Anda diketahui, mungkin saja Anda sedang mengikuti salah satu tren berikut ini.

Mengikat rambut dengan erat

Mengikat rambut dapat menyebabkan traction alopecia atau biasa kita kenal dengan istilah rambut rontok.

Traction alopecia terjadi karena mengikat rambut sangat kencang selama berjam-jam. Apabila Anda sering tidur dengan rambut terikat, sebaiknya buat ikatannya selonggar mungkin atau biarkan saja tergerai.

Hair extension

hair extension

Hair extension memungkinkan Anda mendapatkan penampilan baru tanpa menunggu rambut tumbuh panjang dengan sendirinya, karena tentunya akan lebih lama, serta Anda dapat bermain-main dengan warna yang berbeda.

Namun, hair extension juga dapat menyebabkan rambut rontok dan kebotakan pada beberapa bagian. Mengapa? Karena hair extension mungkin saja berat, dan ketika dilekatkan pada rambut selama berjam-jam, membuat kulit kepala tertarik tidak wajar dan mengakibatkan rambut rontok. Selain itu, hair extension juga dapat menyebabkan sakit kepala dan nyeri.

Mengepang rambut

Mengepang rambut dapat menyebabkan rambut rontok permanen pada perempuan Afrika-Amerika, menurut penelitian yang dipublikasikan dalam Archives of Dermatology tahun 2011. Penelitian dilakukan pada 326 perempuan Afrika-Amerika berdasarkan keluarga, sejarah kesehatan, dan kebiasaan merawat rambut.

Para dermatologis kemudian melakukan pemeriksaan kulit kepala untuk mengklasifikasikan tingkat kerontokan rambut yang dialami. Hasilnya, para peneliti menemukan bahwa hampir 60 persen perempuan menunjukkan tanda-tanda rambut rontok yang parah.

Jenis kerontokan yang disebabkan oleh kepang rambut disebut central centrifugal cicatricial alopecia yang terjadi dari pusat kepala dan menyebar ke seluruh kulit kepala sehingga dapat mengakibatkan kebotakan.

Mewarnai rambut

Pada tahun 2011, sebanyak 350 orang dilaporkan mengalami cedera di salon kecantikan dan sebuah penelitian menemukan bahwa 82 persen salon-salon kecantikan tidak menawarkan pemeriksaan terhadap alergi sebelum prosedur pewarnaan.

Rekomendasi:  10 Kebiasaan yang Bisa Menyebabkan Jerawat

Hydrogen peroxide dan ammonia yang digunakan untuk mewarnai rambut dapat menyebabkan iritasi kulit dan mata serta dapat menyebabkan inflamasi, begitu kata Mark Coray, presiden dari National Hairdressers’ Federation (NHF).

Selain itu, bahan-bahan seperti Para Phenyl Diamine atau PPD yang terdapat pada sebagian besar produk pewarna rambut dapat menyebabkan rambut rontok, reaksi alergi, dan bahkan kanker. Umumnya, semakin gelap warna maka semakin banyak PPD yang terkandung di dalamnya.

Lensa kontak

lensa kontak harus aman
Hati-hati dalam menggunakan lensa kontak. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter spesialis dan optician.

Lensa kontak membuat mata terlihat lebih lebar, lebih bulat, dan lebih besar yang merupakan dambaan setiap perempuan. Namun, banyak lensa kontak yang beredar di pasaran saat ini dijual bebas dan tidak membutuhkan resep untuk mendapatkannya.

Bebasnya konsumen dalam membeli produk contact lense tanpa terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter bisa mendatangkan banyak bahaya bagi pengguna, sepserti mata perih, mata lelah, mata kekurangan oksigen, hingga kebutaan.

Produk pelurus rambut

Beberapa produk pelurus rambut mengandung senyawa kimia berbahaya seperti formaldehyde. Formaldehyde adalah gas yang memiliki bau kuat yang dapat menyebabkan iritasi mata dan reaksi terhadap alergi seperti masalah pernafasan menyerupai asma dan sakit ketika menarik nafas.

Pada tahun 2011, Occupational Safety and Health Administration (OSHA) di Amerika Serikat telah memberi peringatan kepada pemilik dan pekerja salon tentang bahayanya formaldehyde yang terdapat dalam produk-produk pelurus rambut.

Krim pemutih kulit

Banyak produk whitening cream atau pemutih kulit yang memiliki kandungan mercury yang tinggi. Mercury digunakan pada produk-produk krim pemutih karena dapat menghentikan kulit untuk memproduksi pigment melanin. Kandungan mercury yang tinggi juga ditemukan pada sabun, lotion, dan produk-produk pencegah penuaan.

Penggunaan mercury dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan yang serius seperti kerusakan ginjal dan sistem saraf, serta dapat mengganggu proses perkembangan otak pada bayi yang belum lahir dan balita.

Food and Drug Administration (FDA) di Amerika Serikat menyarankan untuk membaca label pada produk-produk kosmetik, apabila Anda melihat kata-kata seperti mercurous chloride, calomel, mercuric, mercurio, maupun mercury, sebaiknya Anda segera berhenti menggunakan produk-produk tersebut.

Korset pinggang yang ketat (waist traininig)

Memiliki pinggang yang kecil tentu dambaan setiap perempuan. Waist training merupakan metode populer untuk mendapatkan pinggang impian. Waist training sebenarnya adalah menggunakan korset pada pinggang untuk menahan bagian tertentu yang membuat perut dan pinggang terlihat kecil.

Rekomendasi:  8 Faktor Penyebab Munculnya Kantung Mata

Korset ini membuat pinggang terlihat kecil dan justru membuat pinggul dan payudara terlihat lebih besar. Selain itu, menggunakan korset ini sama dengan menahan organ-organ penting seperti paru-paru dan tulang untuk bekerja dengan maksimal, serta dapat mengganggu pernafasan bahkan ada yang pingsan saat menggunakannya.

Namun, hal terburuk yang dapat terjadi karena penggunaan korset yang terlalu sering adalah dapat menyebabkan terjadinya kompresi paru-paru, kerusakan organ, bahkan patah tulang.

Memutihkan gigi

Gigi yang putih tentu akan menambah rasa percaya diri, oleh karena itu banyak orang yang rela mengeluarkan banyak biaya untuk melakukan bleaching atau memutihkan gigi. Tren memutihkan gigi sangat popular di masyarakat saat ini, tapi tren ini belum tentu aman.

Hydrogen peroxide yang digunakan dalam produk-produk pemutih gigi, justru dapat mengubah enamel gigi yang membuatnya lemah dan lebih sensitif. Semakin sering melakukan pemutihan gigi, maka akibat yang ditimbulkan akan semakin buruk.

Gigi yang sehat adalah yang terpenting. Sebaiknya pikirkan dulu konsekuensi dan efeknya bagi Anda sebelum melakukan pemutihan gigi.

Operasi plastik

Ketika silicon berbahaya ditemukan pada PIP implant payudara pada tahun 2013 yang dapat menyebabkan meningkatnya risiko rusaknya beberapa organ dan inflamasi, kita jadi sadar bahwa terdapat risiko yang berbahaya pada prosedur bedah plastik.

“Peraturan perundang-undangan pada industri bedah plastik sangat buruk, yang artinya beberapa klinik dan praktisi memberikan informasi yang tidak seusai etik pada pasien tentang risiko bedah plastik,” kata James Murphy, Konsultan Bedah Plastik di Spire Hospital Manchester.

Terdapat beberapa grade kualitas implant dan banyak orang tidak menyadari bahwa semakin murah harga yang mereka bayar maka kualitas yang didapatkan juga semakin berkurang, serta semakin besar kemungkinan risiko kerusakan. “Semua prosedur bedah memiliki risiko seperti memar, pendarahan, masalah penyembuhan luka, dan infeksi,” lanjut Murphy.

So, sebelum Anda terjebak dalam tren kecantikan yang keliru, sebaiknya cari tahu dulu informasinya dengan lengkap, khususnya terkait bahan yang digunakan serta dampak kesehatan yang mungkin timbul.

Jangan tergoda dengan harga yang murah. Pastikan Anda memilih klinik perawatan kecantikan yang terpercaya dan ditangani oleh ahlinya, agar hasil yang didapatkan juga maksimal, dan tidak beresiko tinggi terhadap kesehatan Anda.

Ikuti kami di Facebook dan Twitter untuk mendapatkan berbagai update mengenai kesehatan di sosial media.