Fakta tentang Vaksin Flu dan Efek Sampingnya

Tahukah Anda ternyata Influenza dapat menjadi penyakit yang mematikan, khususnya bagi anak-anak, orang dewasa berusia 65 tahun keatas, mereka dengan kondisi kesehatan tertentu, dan perempuan yang sedang hamil?

Vaksin flu sangat tidak dianjurkan untuk mereka yang alergi terhadap telur ayam dan mereka yang mempunyai reaksi alergi terhadap suntikan. Setiap tahunnya, flu menginfeksi manusia dengan cara yang berbeda-beda. Bahkan orang yang sangat sehat pun dapat terserang dan akhirnya menyebarkan flu kepada yang lain.

Berdasarkan the Centers for Disease Control and Prevention di Amerika Serikat, vaksin influenza adalah cara terbaik untuk melindungi Anda dan keluarga. Vaksinasi ini juga dianjurkan untuk semua orang sejak berusia 6 bulan.

Vaksin flu terbaru dibuat setiap tahunnya karena penyebab flu yang terus berubah-ubah. Para ilmuwan membuat vaksin ini sebelum musim flu dimulai dengan memprediksikan penyebab-penyebab flu.

Saat ini, virus flu yang menyerang manusia berada pada level yang lebih tinggi. Vaksin flu tahunan (baik suntik flu maupun semprot hidung) adalah cara terbaik untuk mencegah seseorang terinfeksi flu musiman and menyebarkannya kepada yang lain. Semakin banyak orang yang melakukan vaksin flu, maka lebih sedikit virus flu yang menyebar.

Lalu bagaimana vaksin flu bekerja dan vaksin flu apa saja yang tersedia?

vaksinasi flu
Vaksinasi flu. [Image: Guardian Liberty Voice]
Vaksin flu menyebabkan peningkatan antibodi di dalam tubuh sekitar dua minggu setelah vaksin dilakukan. Antibodi inilah yang melindungi tubuh dari infeksi virus yang ada pada vaksin tersebut. Vaksin flu tradisional yang disebut vaksin ‘trivalent’ dibuat untuk melindungi tubuh dari tiga virus flu, yaitu virus influenza A (H1N1), virus influenza A (H3N2), dan virus influenza B.

Berikut ini jenis vaksin flu trivalent yang tersedia:

  • Suntik trivalent dosis standart, yang diproduksi menggunakan tumbuhnya virus di dalam telur. Vaksin jenis ini dapat digunakan untuk mereka yang berusia mulai dari 6 bulan. Kebanyakan suntik flu diberikan dengan jarum, namun ada juga yang menggunakan injektor jet bagi mereka yang berusia 18 hingga 64 tahun.
  • Suntik trivalent dosis tinggi, digunakan untuk mereka yang berusia di atas 65 tahun.
  • Suntik trivalent dengan pertumbuhan virus dalam kultur jaringan, digunakan untuk mereka yang berusia di atas 18 tahun.

Selain jenis vaksin trivalent, terdapat juga vaksin quadrivalent yang melindungi dari dua virus influenza A dan dua virus influenza B.

Apa Efek Samping dari Vaksin Flu?

Meskipun efek samping yang ditimbulkan tidak selalu terjadi pada setiap orang, efek samping ini bisa timbul mulai dari yang ringan hingga parah dan seringnya terjadi tergantung pada jenis vaksin yang diterima.

Berikut ini efek samping yang ditimbulkan setelah menerima vaksin flu:

Sakit pada bagian yang disuntik
Efek samping yang sering terjadi adalah rasa sakit pada bagian yang disuntik. Setelah disuntik, nyeri, kemerahan, rasa hangat, dan pada beberapa kasus, sedikit pembengkakan dapat terjadi. Nyeri pada bagian yang disuntik adalah efek samping yang paling umum, dan nyeri ini biasanya berlangsung selama dua hari.

Rasa sakit dan nyeri
Seringkali, Anda merasakan sakit dan nyeri setelah divaksinisasi pada otot-otot di seluruh tubuh. Sama halnya dengan nyeri pada bagian yang disuntik, hal ini biasanya terjadi pada hari pertama dan akan hilang setelah dua hari. Menggunakan obat anti nyeri dapat membantu meredakan rasa sakit dan nyeri yang dirasakan.

Sakit kepala
Sakit kepala, dan yang lebih parah, pingsan, dapat menjadi efek samping dari kedua vaksin flu, yaitu suntik flu dan semprot hidung. Sakit kepala merupakan efek samping yang ringan dan tidak akan bertahan lama lebih dari dua hari. Apabila Anda rentan terhadap sakit kepala dan pingsan, sebaiknya beritahu dokter Anda lebih dulu.

Demam
Demam pada suhu kurang dari 38 derajat celcius merupakan efek samping yang biasa terjadi setelah mendapatkan vaksin suntik flu maupun semprot hidung. Demam dapat dianggap sebagai efek samping ringan dan akan mereda selama 2 hari.

Demam tinggi (di atas 38 derajat celcius) adalah efek samping yang sangat tidak biasa, apabila Anda mengalaminya sebaiknya segera menghubungi dokter.

Hidung berair dan sakit tenggorokan
Vaksin flu semprot hidung dapat menyebabkan efek samping yang lain dari suntik flu. Beberapa orang yang menerima vaksin flu semprot hidung mengalami hidung berair dan sakit tenggorokan setelahnya.

Beberapa reaksi alergi
Vaksin flu sangat jarang dapat menimbulkan beberapa reaksi alergi. Tanda-tanda reaksi alergi yang parah antara lain gatal-gatal, bengkak, kesulitan bernafas, pusing, dan lemas. Reaksi alergi ini biasanya terjadi beberapa jam setelah menerima vaksin.

Guillain-Barré Syndrome
Dalam kasus yang ekstrim, vaksin flu dapat menyebabkan efek samping berupa Guillain-Barré Syndrome (GBS) yaitu kondisi neurologis yang menyebabkan lemah dan kelumpuhan pada seluruh tubuh. Kondisi ini memerlukan penanganan segera.

Menurut the Centers for Disease Control and Prevention, satu dari 100.000 orang yang menerima vaksin flu babi pada tahun 1976 mengalami risiko GBS.

Sebelum melakukan vaksin flu, sebaiknya konsultasikan dulu dengan ahli kesehatan Anda tentang manfaat dan risikonya. Bagi Anda yang memiliki alergi terhadap telur ayam dan beberapa alergi yang lain tidak disarankan untuk melakukan vaksin flu tersebut.

Berbagai sumber