Vitamin D dan Sinar Matahari

1935

Vitamin D sangat penting untuk menjaga kesehatan tulang dan tubuh. Vitamin D membantu penyerapan kalsium dan fosfor yang dibutuhkan tulang dari makanan.

Sponsored Links

Tanpa vitamin D, tulang bisa melunak dan melemah, yang pada akhirnya dapat menyebabkan perubahan bentuk tulang. Untuk itu setiap orang, mulai dari anak-anak hingga usia lanjut membutuhkan asupan vitamin D.

Sama seperti vitamin lain, vitamin D bisa didapatkan dari suplemen dan berbagai makanan seperti telur, sarden, salmon, daging, susu, dll.

Selain itu, ada cara yang paling murah dan mudah, yakni dengan mendapatkan vitamin D dari sinar matahari.

Sinar matahari dan produksi vitamin D

Tubuh kita dirancang untuk memproduksi vitamin D saat kulit terpapar sinar matahari, lebih tepatnya sinar UVB. Anda tidak perlu melakukan tanning atau berjemur hingga kulit terbakar, cukup dengan berjemur sebentar. Umumnya, waktu yang diperlukan adalah 15 sampai 20 menit.

vitamin d dari sinar matahari
Paparan sinar matahari selama 15-20 menit memberikan asupan vitamin D harian yang dibutuhkan tubuh.

Namun, ada beberapa faktor yang mempengaruhi jumlah produksi vitamin D pada setiap orang.

Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi vitamin D oleh tubuh

Warna kulit
Semakin putih kulit Anda, semakin mudah tubuh menghasilkan vitamin D, semakin singkat pula waktu yang Anda perlukan di bawah sinar matahari. Pemilik kulit hitam memiliki melanin lebih banyak sehingga membutuhkan waktu lebih lama, bahkan hingga 6 kali dibandingkan orang berkulit putih.

Pasalnya, melanin berfungsi melindungi kulit dari sinar matahari sehingga penetrasi sinar UVB berkurang. Produksi vitamin D juga bertambah sesuai dengan luas area kulit yang terpapar sinar matahari.

Lokasi
Di daerah tropis seperti Indonesia, kita bisa mendapatkan vitamin D sepanjang tahun. Berbeda dengan negara empat musim yang memiliki hari pendek di musim dingin. Sinar matahari akan semakin intensif di tempat-tempat beraltitude tinggi seperti pegunungan.

Sponsored Links

Waktu
Mendekati siang hari, tubuh akan semakin mudah memproduksi vitamin D. Namun, pastikan untuk tidak berjemur pada jam 11 pagi hingga 2 siang karena tingkat radiasinya sangat tinggi, mencapai indeks 8 hingga 11 berdasarkan data The London-based Weather Online pada 2010 lalu. Jangan lupa untuk memakai sunscreen dan perlindungan lain saat beraktivitas di luar ruangan pada jam-jam tersebut untuk mengurangi risiko terkena kanker kulit.

Cuaca
Saat cuaca mendung, semakin sedikit sinar UVB yang tiba di kulit Anda. Polusi udara juga dapat menghambat penetrasi sinar UVB, begitu pula jika Anda berada di dalam ruangan atau berada di balik jendela kaca.

Yang perlu diperhatikan, sinar UVA memiliki gelombang lebih panjang hingga lebih mudah menembus material. Sinar UVA ini dapat menghancurkan vitamin D dan menyebabkan kanker kulit. Oleh karena itu, hindari berjemur dari balik jendela kaca yang dapat menghambat UVB dan meneruskan UVA.

Usia
Semakin usia Anda bertambah, semakin sulit kulit memproduksi vitamin D. Sehingga Anda mungkin memerlukan tambahan suplemen sesuai anjuran dokter.

Siapa yang berisiko kekurangan vitamin D?

Beberapa kelompok orang berisiko kekurangan vitamin D sehingga perlu ditunjang oleh suplemen. Orang-orang ini adalah:

  • Wanita hamil dan menyusui
  • Bayi dan balita (kecuali jika mereka minum lebih dari 500 ml susu formula dalam sehari)
  • Manula, terutama yang berusia lebih dari 65 tahun
  • Orang-orang yang tidak terlalu mendapat paparan sinar matahari

Bolehkah mengonsumsi terlalu banyak vitamin D?

Vitamin D merupakan vitamin larut lemak, sehingga tubuh kesulitan untuk mengeluarkannya jika dikonsumsi terlalu banyak. UK Expert Group on Vitamins and Minerals menganjurkan untuk tidak mengonsumsi lebih dari 25 mikrogram (µg) atau 1000 IU suplemen vitamin D perhari karena kelebihan vitamin D bisa berbahaya bagi tubuh.

Jumlah vitamin D yang terdapat pada suplemen terkadang menggunakan satuan IU, dimana 40 IU setara dengan 1 µg vitamin D.

Untuk mengetahui secara pasti jumlah vitamin D yang Anda butuhkan, lakukan tes setiap tiga bulan sekali. Berkonsultasilah dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen tambahan. Optimalkan asupan vitamin D dari sinar matahari dengan berjemur secara teratur tanpa mengabaikan bahayanya.

Sponsored Links

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here