Vitamin E

779

Vitamin E adalah jenis vitamin larut dalam lemak (fat-soluble) yang sangat kaya akan unsur antioksidan. Vitamin E berperang penting untuk bagi tubuh, misalnya untuk daya tahan tubuh, kesehatan pembuluh darah dan jaringan, sistem saraf, otak, hingga kesehatan kulit.

Vitamin E merupakan sebuah grup yang terdiri atas delapan senyawa yang larut dalam lemak, namun para peneliti meyakini bahwa hanya Alfa tokoferol saja yang dibutuhkan sebagai nutrisi bagi tubuh manusia.

Vitamin E bisa didapatkan secara alami dari makanan. kandungan vitamin E yang melimpah ditemukan pada minyak zaitun, minyak biji gandum, minyak biji bunga matahari, biji bunga matahari, telur, kacang-kacangan, dan secara umum pada sayuran berdaun hijau.

Manfaat Vitamin E

Vitamin E merupakan vitamin yang sangat dibutuhkan agar sel, jaringan, dan organ tubuh berfungsi dengan baik.

Fungsi penting vitamin E adalah sebagai antioksidan bagi tubuh. Vitamin E membantu memperlambat proses kerusakan sel akibat radikal bebas, dengan cara memutus rantai reaksi dari radikal bebas. Hal ini akan melindungi sel dan membran sel dari kerusakan.

Radikal bebas diyakini berperan dalam mempercepat proses penuaan sel, serta dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan kanker.

Vitamin E dapat mengurangi risiko penyakit jantung dengan cara melindungi LDL dari oksidasi dan mengurangi peradangan.

Vitamin E juga akan memelihara dan memperlancar komunikasi antar sel dan jaringan tubuh, membantu penyerapan nutrisi lain, sehingga meningkatkan kesehatan dan daya tahan tubuh secara umum.

Vitamin E adalah vitamin yang larut dalam lemak. Itu artinya, tubuh akan menyimpannya dan menggunakannya saat dibutuhkan.

Sumber Vitamin E

Cara terbaik untuk memenuhi kebutuhan Vitamin E adalah melalui makanan sehari-hari. Vitamin E bisa ditemukan pada makanan berikut:

  • Minyak nabati, misalnya minyak zaitun, minyak biji bunga matahari, minyak kedelai, dan minyak kelapa.
  • Kacang-kacangan, misalnya almond, kacang tanah, dan kacang kenari.
  • Biji bunga matahari
  • Sayuran hijau, misalnya bayam dan brokoli.

Vitamin E juga mudah didapat dari makanan seperti susu, margarin, telur, dan sejumlah kecil buah-buahan, seperti pepaya, alpukat dan stroberi. Vitamin E lebih banyak terdapat pada makanan segar yang belum diolah, karena vitamin ini mudah hancur karena panas dan oksidasi.

Rekomendasi:  Superfood untuk Meningkatkan Energi dan Kesehatan Tubuh

Vitamin E juga bisa didapatkan melalui suplemen, khususnya bagi orang yang mengalami defisiensi vitamin E, atau kondisi tertentu yang membutuhkan asupan vitamin E lebih. Tapi secara umum, vitamin E sangat mudah didapatkan melalui makanan yang kita konsumsi sehari-hari.

Kekurangan Vitamin E

Secara umum, kekurangan Vitamin E cukup jarang terjadi, karena vitamin ini bisa dengan mudah ditemukan pada makanan sehari-hari. Namun hal tersebut bisa saja terjadi, umumnya karena pola makan atau diet yang buruk dalam jangka waktu yang panjang.

Dampak dari kekurangan Vitamin E antara lain:

  • Gangguan sistem pencernaan, khususnya malabsorption
  • Sering kesemutan atau mati rasa pada bagian tangan dan kaki
  • Perubahan degeneratif pada sistem saraf dan otot
  • Kelemahan dan kesulitan berjalan
  • Nyeri pada otot betis
  • Gangguan penglihatan
  • Anemia
  • Retensi cairan (odem)
  • Masalah dan kelainan pada kulit

Kebutuhan Harian Vitamin E

Kebutuhan vitamin E harian berbeda-beda pada setiap orang, tergantung pada usia dan kondisinya.

Kebutuhan vitamin E harian yang disarankan adalah 15 mg untuk orang dewasa, sedangkan ibu menyusui membutuhkan asupan vitamin E yang lebih tinggi, yaitu 19 mg.

Berikut adalah rekomendasi angka kecukupan gizi harian vitamin E:

  • Usia 0-6 bulan = 4 mg
  • Usia 7-12 bulan = 5 mg
  • Usia 1-3 tahun = 6 mg
  • Usia 4-8 tahun = 7 mg
  • Usia 9-13 tahun = 11 mg
  • Usia 14-18 tahun = 15 mg
  • Dewasa = 15 mg
  • Ibu hamil = 15 mg
  • Ibu menyusui = 19 mg

Efek Samping Vitamin E

Vitamin E sangat jarang menyebabkan efek samping. Asupan vitamin E dari makanan tidaklah berbahaya. Akan tetapi, jika dikonsumsi berlebihan, vitamin E dapat menyebabkan:

  • Mual
  • Diare
  • Sakit perut
  • Sakit kepala
  • Tubuh menjadi lemah
  • Gangguan penglihatan
  • Ruam dan gatal pada kulit

Overdosis vitamin E dari suplemen (suplemen alfa-tokoferol) bisa meningkatkan risiko pendarahan di otak (hemorrhagic stroke).

Yang sering ditanyakan

Apa itu vitamin E?

Vitamin E (alfa-tokoferol) adalah jenis vitamin larut dalam lemak, yang sangat kaya akan antioksidan. Vitamin E sangat penting untuk menjaga daya tahan tubuh, memelihara kesehatan sel dan organ, serta penting untuk kesehatan mata dan kulit.

Makanan apa yang mengandung vitamin E?

Sumber vitamin E yang baik bisa ditemukan pada minyak nabati (minyak zaitun, minyak kelapa, minyak kedelai, dll), kacang-kacangan, sayuran hijau (bayam & brokoli), telur, susu, margarin, dan alpukat.

Berapa dosis harian vitamin E yang disarankan?

Kebutuhan harian vitamin E berbeda-beda, berdasarkan usia dan kondisi seseorang. Kebutuhan harian vitamin E yang disarankan untuk orang dewasa adalah 15 mg, sedangkan untuk ibu menyusui, asupan vitami E harian yang disarankan adalah 19 mg.

Mengapa vitamin E baik untuk kulit?

Karena kaya akan antioksidan, vitamin E juga bermanfaat untuk kulit. Vitamin E akan melindungi sel dan jaringan dari kerusakan akibat radikal bebas, meningkatkan komunikasi antar sel tubuh, dan membantu penyerapan nutrisi. Akibatnya, kulit luar akan tampak lebih sehat dan bersinar karena vitamin E.

Apa efek samping vitamin E?

Vitamin sangat jarang menimbulkan efek samping. Asupan harian vitamin E dari makanan sehari-hari sangatlah aman. Namun, berhati-hatilah terhadap overdosis dari suplemen vitamin E, karena bisa menyebabkan sakit perut, mual, diare, dan tubuh menjadi lemas.

Ikuti kami di Facebook dan Twitter untuk mendapatkan berbagai update mengenai kesehatan di sosial media.