Waktu dan Siklus Tidur, serta Efek Kurang Tidur bagi Tubuh

Mengapa tidur itu penting? Dalam artikel ini anda akan menemukan beberapa hal mendasar mengenai tidur, mulai dari pentingnya tidur, siklus dan tahapan (fase) tidur, waktu tidur yang direkomendasikan, serta dampak buruk kekurangan tidur atau tidur yang tidak sehat.

Tidur memegang peranan penting terhadap kesehatan dan kebugaran tubuh sepanjang hari. Memiliki tidur yang berkualitas dan sehat membantu menjaga kesehatan fisik, kesehatan mental serta kualitas hidup secara umum. Kurang tidur dapat mempengaruhi kemampuan berpikir, bereaksi, produktivitas, kerativitas, belajar serta bekerja, dan memberikan dampak buruk terhadap tubuh.

Siklus Tidur

tidur sehat
Sleeping Girl (Wikimedia Commons)

Setiap orang memiliki jam internal yang mengatur antara tidur dan terjaga, yang biasanya disebut dengan istilah biological clock atau circadian rhythm.

Siklus tersebut diatur melalui sebuah proses di otak berdasarkan berapa lama tubuh telah terjaga dan juga perubahan antara terang dan gelap (siang dan malam). Di malam hari, tubuh akan memproduksi melatonin, hormon yang membuat seseorang merasa ngantuk. Sebaliknya, di siang hari, cahaya matahari memicu otak untuk menghentikan produksi melatonin sehingga seseorang akan merasa terjaga.

Siklus biological clock juga dapat terganggu, khususnya oleh faktor-faktor seperti sift kerja malam, perjalanan melintasi zona waktu, pola tidur yang tidak teratur ataupun karena masalah gangguan tidur. Selain itu, produksi melatonin juga dapat terhambat jika seseorang sangat sedikit ‘terpapar’ sinar matahari selama siang hari, atau karena terekspos oleh terlalu banyak cahaya artifisial di malam hari (misalnya dari lampu dan peralatan elektronik seperti tv, komputer, ponsel, dsb.)


Tahapan/Fase Tidur

Terdapat dua fase utama dalam tidur, yaitu fase Non-REM dan fase REM. REM merupakan singkatan dari Rapid Eye Movement. Selama tidur, seseorang akan mengalami dua fase tidur utama ini selama beberapa kali (berulang) hingga akhirnya terbangun.

  • Fase NREM (Non-REM) terbagi atas 4 tahapan, di mana setiap tahapan lebih dalam dari tahapan sebelumnya.
  • Fase REM adalah fase dimana seseorang umumnya mengalami mimpi. Mata akan bergerak-gerak selama fase ini, sehingga dinamanakan Rapid Eye Movement (REM).

Selengkapnya mengenai fase tidur, termasuk pembagian serta aktivitas yang terjadi selama fase-fase tersebut bisa anda temukan di artikel berikut: Fase dan Tahapan-Tahapan dalam Tidur.


Lama Waktu Tidur Ideal

Jumlah waktu tidur akan berbeda-beda bagi setiap orang karena bergantung oleh berbagai faktor, termasuk umur. Bayi membutuhkan waktu tidur yang lebih lama (hingga 18 jam) dibandingkan orang dewasa (7-9 jam). Berikut adalah waktu tidur yang dibutuhkan oleh seseorang berdasarkan usia:

  • Bayi (baru lahir, usia 0 – 2 bulan) : 12 – 18 jam
  • Bayi (2 – 11 bulan) : 14 – 15 jam
  • Batita 1 – 3 tahun : 12 – 14 jam
  • Balita 3 – 5 tahun : 11 – 13 jam
  • Anak usia sekolah (5 – 10 tahun) : 10 – 11 jam
  • Remaja 10 – 17 tahun : 8,5 – 9,25 jam
  • Dewasa, termasuk lansia : 7 – 9 jam
  • Wanita di beberapa bulan awal kehamilan biasa juga membutuhkan waktu tidur beberapa jam yang lebih lama dari biasanya.

Efek Kurang Tidur

efek kurang tidur bagi tubuh
Efek kurang tidur bagi tubuh (Wikimedia Commons)

Walau tampaknya kurang tidur tidak dianggap sebagai masalah besar, namun faktanya kekurangan tidur memiliki efek negatif yang besar bagi seseorang selama beraktifitas di siang hari. Seperti telah disebutkan di awal, bahwa kurang tidur dapat mempengaruhi kemampuan berpikir, bereaksi, produktivitas, kerativitas, belajar serta bekerja.

Efek-efek negatif kurangnya waktu tidur diantaranya berua:

  • Lelah, lesu dan kurang motivasi
  • Kurang mood dan lekas marah
  • Berkurangnya kreativitas dan kemampuan problem-solving
  • Kurang mampu mengontrol dan menghadapi stress
  • Berkurangnya imunitas; sering pilek atau tertular penyakit lainnya
  • Bermasalah dengan konsentrasi dan memori (ingatan)
  • Terganggunya skil motorik
  • Kesulitan mengambil keputusan
  • Meningkatnya resiko diabetes, penyakit jantung, dan penyakit kronis lainnya

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here