Zaitun (Olive) – Kandungan Gizi dan Manfaatnya untuk Kesehatan

Zaitun (Olea europaea) merupakan buah asli Asia, Afrika, dan kawasan Mediterania. Buah ini telah menjadi bagian dari diet Mediteranian sejak lama. Zaitun dapat disajikan dalam bentuk segar sebagai camilan, makanan pembuka, diasinkan, maupun diambil minyaknya.

Di Indonesia sendiri, buah ini masih jarang disajikan sehari-hari. Minyak zaitun juga belum umum digunakan untuk memasak karena harganya yang cenderung lebih mahal daripada minyak goreng biasa. Namun, zaitun sebenarnya memiliki banyak manfaat yang tidak bisa disepelekan.

Zaitun kaya akan berbagai nutrisi yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Manfaat zaitun bahkan diakui oleh Nabi Muhammad yang menyebutnya sebagai pohon yang diberkahi. Pohon dan minyak zaitun juga disebutkan sebanyak tujuh kali di Al Quran.

Kandungan Nutrisi Zaitun

nutrisi zaitun olive
Buah zaitun (olive) mengandung banyak nutrisi esensial untuk tubuh. [image: LoggaWiggler/Pixabay]
Zaitun merupakan sumber zat besi dan tembaga yang sangat baik, dengan jumlahnya masing-masing mencapai 41% dan 28% dari kebutuhan harian. Buah yang dapat dijadikan pengganti kurma di bulan Ramadhan ini diperkaya dengan serat pangan, vitamin A, vitamin E, potasium dan kalsium. Ada juga vitamin dan mineral lain dalam jumlah kecil seperti niasin, kolin, dan asam pantotenik.

Namun yang paling mengesankan adalah asam lemak dan senyawa fitonutrien yang dimilikinya. Mulai dari fenol sederhana (tirosol dan hidroksitirosol), terpenes (oleuropein, demetileuropein, eritrodiol, uvaol, asam oleanolat, asam elenoat, ligstroside), flavon (apigenin, luteolin), asam hidroksisinamat (asam kafeat, asam sinamat, asam ferulat, asam koumarat), antosianidin (sianidin, peonidin), flavonol (quercetin, kaempferol), asam hidroksibenzoik (asam galat, asam protokatekat, asam vanilat, asam siringat), asam hidroksifenilasetat (asam homovanilat, asam homveratrat), hingga asam linoleat, alfa linoleat, dan omega 3.

Manfaat Zaitun untuk Kesehatan

Menyehatkan jantung
Zaitun memiliki kalori sedang, sekitar 115 kalori per 100 gr yang sebagian besar berasal dari kandungan lemaknya. Jumlah lemak total zaitun bahkan mencapai 50% dari kebutuhan harian. Namun lemak ini termasuk sehat karena hadir dalam bentuk asam lemak tak jenuh tunggal. Asam lemak tersebut mampu menurunkan kadar kolesterol LDL dan meningkatkan HDL dalam darah. Minyak yang diekstrak dari zaitun bahkan diakui sebagai salah satu minyak tersehat yang dapat dimakan.

Zaitun juga memiliki senyawa hidroksitirosol yang merupakan salah satu antioksidan alami terkuat. Hidroksitirosol dapat mengurangi risiko penggumpalan darah dan mengendurkan pembuluh darah bersama dengan vitamin E dan karotenoid. Penelitian menunjukkan bahwa diet Mediteranian dapat mencegah perkembangan penyakit arteri konorer dan stroke.

Meski demikian, zaitun terutama yang diasinkan mengandung banyak sodium sehingga Anda yang sudah menerita sakit jantung atau hipertensi harus berhati-hati sebelum memakannya.

Mencegah kanker
Zaitun mengandung antosianin yang berpotensi sebagai antioksidan dan anti inflamasi untuk mencegah kanker. Buah ini juga memiliki asam oleat yang dapat menghambat perkembangan reseptor pemicu kanker payudara. Begitu pula dengan eritrodiol, uavol, dan asam oleanolat yang mampu mengganggu siklus hidup sel kanker payudara.

Sementara itu, hidroksitirosol akan mencegah mutasi DNA dan pertumbuhan sel abnormal. Maslinat yang ada di kulit zaitun pun dinilai berkaitan dengan pemrograman sel-sel mati atau apoptosis di sel kanker usus besar. Vitamin E di dalamnya juga penting untuk menjaga kesehatan membran mukosa dan kulit dengan melindunginya dari radikal bebas.

Meredakan peradangan
Antioksidan dalam zaitun berfungsi sebagai anti inflamasi yang dapat meredakan peradangan dalam tubuh. Konsumsi zaitun dapat melegakan rasa sakit dan iritasi pada tulang sendi, otot, cedera, tendon, dan peradangan akibat penyakit lain seperti rematik, artritis, dan encok. Sedangkan oleuropein bermanfaat sebagai senyawa anti bakteri yang dapat melindungi tubuh dari infeksi bakteri baik dari luar maupun dalam.

Mengatasi alergi
Zaitun telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mencegah alergi. Salah satu penelitian menunjukkan bahwa senyawa dalam zaitun berfungsi sebagai anti histamin yang dapat menghambat reseptor histamin bernama H1. Histamin sendiri adalah molekul yang banyak diproduksi saat alergi terjadi dan dapat menyebabkan peradangan.

Mencegah pengeroposan tulang
Diet Mediteranian telah lama diketahui sangat baik untuk menurunkan risiko osteoporosis dan pengeroposan tulang, namun penyebabnya baru diketahui belum lama ini. Penelitian menunjukkan bahwa hidroksitirosol dan oleuroperin dalam zaitun dapat meningkatkan deposisi kalsium dan pertumbuhan tulang sehingga kepadatan tetap terjaga.

Menyehatkan pencernaan
Zaitun kaya akan serat sehat yang jumlahnya mencapai 8% dari kebutuhan harian. Serat ini akan melindungi sistem pencernaan Anda dari berbagai masalah. Cara kerjanya, serat akan menstimulasi gerakan peristaltik pada usus besar dan melancarkan pencernaan Anda. Serat juga membuat Anda merasa kenyang lebih lama sehingga penting bagi Anda yang ingin menurunkan berat badan. Ditambah lagi, serat membantu menghilangkan kolesterol dari darah sehingga mengurangi risiko jantung dan stroke.

Mencegah anemia
Zaitun juga merupakan sumber zat besi dan tembaga yang sangat baik. Keduanya merupakan senyawa esensial dalam pembentukan sel-sel darah merah. Tanpa zat besi dan tembaga, produksi sel-sel darah merah dalam tubuh dapat menurun dan menyebabkan anemia.

Promo webkesehatan.com

promo lazada
Lazada Big Sale 11.11 Promo gila-gilaan di Lazada: CASHBACK, flash sale, gratis ongkir, hingga diskon 99%. Jangan sampai kelewatan!
promo lazada
Sweety Surprise Deals Kejutan spesial dari SWEETY! Diskon besar dan goody bag menarik. #SudahPakaiSweety belum?
promo lazada
MAMA's CHOICE Baru! Perawatan Alami untuk Ibu Hamil dan Menyusui. Potongan hingga Rp. 110.000 dan promo menarik lainnya. #PilihanAmanMama.